Makassar – Perhatian publik tidak hanya tertuju pada prestasi Sherly Tjoanda Laos yang terpilih sebagai Gubernur Maluku Utara, tetapi juga pada akar keluarganya yang ternyata berasal dari Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Pengakuan sang Gubernur tentang asal-usul orang tuanya yang merupakan “China Takalar” yang memeluk Islam dan menjadi pedagang emas pertama, mengungkap sebuah narasi panjang tentang migrasi, integrasi, dan kesuksesan yang membanggakan tanah leluhurnya.
Di sebuah acara Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) beberapa waktu lalu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, dengan hangat membagikan cerita tentang asal-usul keluarganya.
Fakta yang mungkin belum banyak diketahui publik terungkap, orang tua Sherly berasal dari Takalar, Sulawesi Selatan, sebelum akhirnya bermigrasi ke Ambon.
“Ayah saya adalah Baba’ Tuma atau Baba Hong, seorang China Takalar yang berdomisili di depan SMP 1 Pattallassang. Beliau masuk Islam dan kemudian menikahi ibu saya, Daeng Baji,” ujar Sherly, seperti dikutip dari keterangan dalam acara tersebut.
Baba Hong disebut-sebut sebagai salah satu penjual emas pertama di wilayah Takalar pada masanya.
Ikatan darah Sherly Laos dengan Butta Panrannuangku, masih sangat kuat. Melalui ibunya, Daeng Baji, ia ternyata bersaudara dengan mendiang Suciati Daeng Senga, yang merupakan ibu dari Kepala Dinas Peternakan Takalar saat ini, Jamaluddun Hasan Daeng Sese.
Tidak hanya itu, keluarga besar ini juga terhubung dengan Suriati Daeng Nanga, istri dari mantan Lurah setempat, Muhammad Nur Daeng Nuru.
Bahkan, keluarga ini memiliki kekerabatan dengan Husniah Daeng Tayu, seorang anggota dewan yang aktif di daerah tersebut. Jejak keluarga ini menggambarkan betapa dalamnya akar Sherly Laos di komunitas Takalar.
Perjalanan Sherly Laos ke kursi gubernur penuh dengan lika-liku dramatis. Awalnya, suaminya, Benny Laos, adalah bakal calon gubernur Maluku Utara untuk Pilkada 2024. Namun, takdir berkata lain.
Benny meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan speedboat pada tahun 2024, meninggalkan duka dan vakum kepemimpinan.
Atas dasar solidaritas dan untuk meneruskan perjuangan almarhum suami, Sherly kemudian ditunjuk untuk maju dalam kontestasi Pilkada 2024.
Berpasangan dengan Sarbin Sehe, duet Sherly-Sarbin berhasil memenangkan hati rakyat dengan meraih 50,69% suara. Kini, Sherly Tjoanda Laos telah resmi menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara untuk periode 2025-2030.
Di balik perannya sebagai pemimpin, Sherly adalah seorang ibu dari tiga orang anak. Melalui media sosial, ia sering membagikan momen kebersamaan dengan keluarganya. Ia juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Kepeduliannya terhadap masyarakat diwujudkan dengan mendirikan Yayasan Bela Peduli, yang aktif memberikan bantuan kepada rumah ibadah, korban bencana, serta mendukung kemajuan seni dan olahraga di Maluku Utara.
Selain itu, ia juga memegang peran strategis sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Malut, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani. (*)